Tiga Desa di Halbar Jadi Sasaran Kampung Nelayan Merah Putih 2026
- account_circle Admin01
- calendar_month Jumat, 2 Okt 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Simors.id – Bupati Halmahera Barat (Halbar), Maluku Utara, James Uang bersama perwakilan Balai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melakukan verifikasi kesiapan lahan untuk pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih, Kamis 24 September 2026.
Verifikasi dilakukan untuk memastikan lahan yang disiapkan Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat memenuhi persyaratan dan siap digunakan sebelum pembangunan program strategis nasional tersebut dimulai.
James mengatakan, pada 2026 terdapat tiga desa di Halbar yang menjadi sasaran program Kampung Nelayan Merah Putih, yakni Desa Saria, Desa Toniku, dan Desa Sidangoli Dehe.
“Tahun ini di Halmahera Barat ada tiga desa yang menjadi sasaran program ini. Ada Desa Saria yang sudah kita turun survei lapangan, kemudian Desa Toniku, dan terakhir Desa Sidangoli Dehe,” kata James.
Menurut dia, program Kampung Nelayan Merah Putih diharapkan dapat mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat nelayan, tidak hanya di desa penerima program, tetapi juga masyarakat di desa-desa sekitarnya.
James menegaskan Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat memiliki tanggung jawab untuk memastikan status dan kesiapan lahan agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.
“Sebagai Bupati Halmahera Barat, saya secara politik memastikan lahan tidak bermasalah di lapangan, sehingga program-program ini bisa berjalan dengan lancar dan tidak ada permasalahan di lapangan,” ujarnya.
Selain memastikan kesiapan lahan untuk program 2026, Pemkab Halbar mulai mempersiapkan usulan desa calon penerima Kampung Nelayan Merah Putih untuk 2027.
James mengatakan status lahan menjadi salah satu aspek penting yang harus dipastikan sebelum sebuah desa diusulkan sebagai calon penerima program.
“Untuk tahun depan, desa-desa yang akan kita usulkan sebagai calon penerima Kampung Nelayan harus dipastikan lahannya tidak bermasalah. Jangan sampai ketika program pembangunan turun, kemudian muncul persoalan di masyarakat terkait lahan,” jelasnya.
Sementara itu, perwakilan Balai KKP, Edi Kurniawan, mengatakan pihaknya melakukan kunjungan lapangan untuk melihat secara langsung kesiapan lahan yang akan digunakan untuk pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Halbar.
“Untuk pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Halmahera Barat ada tiga lokasi. Salah satunya di Sidangoli Dehe dengan tipe penyangga,” kata Edi.
Menurut Edi, pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Sidangoli Dehe akan dilengkapi sejumlah fasilitas untuk mendukung aktivitas masyarakat nelayan.
Fasilitas tersebut meliputi tambatan perahu, shelter pendaratan ikan, pabrik es portabel, dan kios perbekalan. Pembangunan juga mencakup sejumlah pekerjaan pendukung, seperti penimbunan lahan, pembangunan drainase, serta penataan lingkungan.
“Fasilitas sarana untuk kampung nelayan itu ada pabrik es, shelter pendaratan ikan, dan tambatan perahu. Ada juga kios perbekalan serta beberapa fasilitas pendukung lainnya,” ujarnya.
Edi menambahkan, proses pembangunan telah memasuki tahap kontrak dan penyedia pekerjaan telah ditetapkan. Karena itu, verifikasi lapangan dilakukan untuk memastikan lahan benar-benar siap sebelum pekerjaan fisik dimulai.
“Saat ini prosesnya sudah berkontrak dan sudah ada penyedia. Saya ke sini karena sudah berkontrak, sehingga harus memastikan lahan itu betul-betul siap untuk dilakukan pembangunan,” Ujarnya.(*)
- Penulis: Admin01

Saat ini belum ada komentar